Wednesday 08th December 2021,

Sudikerta: Kriteria Kendaraan Pedesaan Itu Efektif, Efisien dan Ekonomis

Sudikerta: Kriteria Kendaraan Pedesaan Itu Efektif, Efisien dan Ekonomis

Membuka Expo Industri Kreatif Mobil dan Motor Seni (EIKMMS) 2017 di Bali Creative Industry Center (BCIC) beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta menyebutkan kriteria mobil pedesaan harusnya efektif, efisien dan ekonomis.

Ia menambahkan selain sebagai kendaraan yang multi fungsi, baik selain angkutan hasil pertanian, orang dan mesin olah gabah, kendaraan pedesaan hendaknya juga mengakomodir unsur ekonomis atau irit bahan bakar, efektif dan juga memangkas proses produksi yang sebelumnya harus dibutuhkan waktu lama.

“Di Bali, dimana 60% masyarakatnya hidup di pedesaan, untuk itu kendaraan pedesaan diperlukan untuk mendukung sector pertanian yang memang harus dikedepankan di masa yang akan datang,” ujarnya.

Sebelumnya Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementrian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan menjelaskan kendaraan pedesaan merupakan bentuk penyempurnaan dari kendaraan rakitan petani di Jawa yang dikenal dengan Grandong sebagai kendaraan angkut pertanian.

“Selama ini untuk mengangkut hasil pertanian para petani membuat alat angkut rakitan dari mesin diesel yang karena rakitan sendiri tidak memenuhi standar keamanan,” sebutnya.

Sebagai pemegang lisensi untuk perakitan mobil pedesaan, lebih lanjut Suryawirawan menjelaskan ke depan jika pihak Agen Pemegang Merk (APM) akan memproduksi sendiri kendaraan pedesaan, pihaknya tidak akan melarang. Kendati demikian, ia akan berupaya menggandeng pihak APM terkait pasokan mesin bagi kendaraan pedesaan.

“Kami lagi coba untuk kerja sama dengan Toyota dan Daihatsu mereka kan jual kendaraan terbanyak, terutama komponen kritikal seperti mesin dan transmisi,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) Made Dana Tangkas sebelumnya merinci beberapa kriteria yang dilombakan dalam desain proptipe kendaraan pedesaan, yakni diantaranya; model tidak bersinggungan dengan kendaraan yang ada, berpenggerak roda 2 (2 x 2) atau 4 (4×4), mesin diesel atau bio diesel kapasitas 1.000 cc,  dan kecepatan 5- kpj, harga jual di kisaran Rp60 juta.

“Intinya dalam desainnya nanti juga harus mengedepankan corak atau ciri khas kearifan lokal,” tandasnya.

Nissan Bali

Leave A Response


Partner Ship