Wednesday 08th December 2021,

IOI Serius Garap Kendaraan Pedesaan dan Sertifikasi Kompetensi SDM di Sektor Otomotif

IOI Serius Garap Kendaraan Pedesaan dan Sertifikasi Kompetensi SDM di Sektor Otomotif

Meningkatnya penjualan otomotif di tanah air tidak langsung berdampak pada tumbuhnya sektor lain seperti pertanian dan pengembangan SDM-nya. Melalui lembaga Institut Otomotif Indonesia (IOI), hal tersebut coba direalisasi, bagaimana?

Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan Kementrian Perindustrian sedang merancang kendaraan pedesaan yang diproduksi nasional sebagai alat angkut dan pengolah hasil pertanian.

Presiden IOI Ir. Made Dana M Tangkas mengatakan kendaraan pedesaan mulai serius dibahas setelah diresmikannya lembaga training centre baru di bawah Kementrian Perindustrian (Kemenperin) yang diberi nama IOI pada 20 Mei 2016. Pihaknya selaku Presiden IOI menekankan kendaraan ini sebaiknya dilakukan oleh pemain lokal.

“IOI melihat kalau kendaraan pedesaan harus multi fungsi dan dapat melayani berbagai kebutuhan di desa ini harusnya dierakkan oleh pemain dan produsen lokal,” ungkapnya di sela-sela pembukaan Bali UKM & Industri Kreatif Expo 2016 di Bali Creative Industry Center (BCIC) Denpasar Kamis (17/11) kemarin.

Kendati demikian ia mengakui produksi kendaraan ini tidak dapat dilakukan asal-asalan diperlukan strategi dan koordinasi dari berbagai stake holder, salah satunya adalah Kemenperin. Ia juga menambahkan lahirnya kendaraan pedesaan ini nantinya akan menunjukkan potensi Indonesia menjadi warga yang maju dan mandiri.

Sertifikasi Kompetensi

Sementara itu terkait dengan pengembangan SDM, Dana menjelaskan saat ini di Indonesia belum tersedia data yang valid tentang kebutuhan produk dan kualitas SDM di sektor otomotif. Sehingga, menurutnya berdampak pada pengembangan SDM yang belum berjalan dengan baik.

Untuk itu, IOI pada nantinya sebagai salah satunya akan mengadakan program sertifikasi kompetensi. Hal ini wajib bagi SDM lokal, dikarenakan memasuki Masyarakat Ekonomi Asean sertifikasi kompetensi merupakan kunci sukses SDM lokal.

Sebagai contoh, ia menyebutkan efek dari kurangnya SDM di sektor otomotif di Indonesia adalah jauh tertinggal dari Negara tetangga Thailand yang mampu menjadi pemasok komponen otomotif hingga 2.000 industri, sedangkan Indonesia hanya 800 industri.

“Untuk itulah kami bersama Kemenperin akan terus mendorong pengembangan SDM industri otomotif di tanah air,” tegasnya.

Nissan Bali

Leave A Response


Partner Ship