Monday 28th September 2020,

Recall R25 dan MT 25, Yamaha DDS Bali Sudah Capai 60%

Recall R25 dan MT 25, Yamaha DDS Bali Sudah Capai 60%

Terkait Recall produk Yamaha R25 dan MT25, Yamaha DDS Bali sampai saat ini telah mengganti komponen yang dinilai bermasalah sebanyak 60% dari total populasi sekitar 2.000 unit.

I Nyoman Yudiana, PT Yamaha Indonesia Motor MFG, Area Service Development DDS Bali menjelaskan berdasarkan surat edaran dari Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) terdapat 3 bagian komponen yang dianggap berpotensi untuk bermasalah pada dua produk yaitu R25 dan MT25 diantaranya; pompa oli, pressure plate assy (transmisi) dan clamp front brake house (rem depan khusus pada MT).

Untuk itu per tanggal 29 Juli 2016 lalu pihak YIMM sudah menginstruksikan masing-masing dealer Yamaha untuk melakukan penggantian suku cadang tersebut. Program recall ini, menurutnya akan efektif berlaku hingga Desember mendatang.

“Kemungkinan beberapa customer R25 dan MT25 setelah kami telepon  tidak sempat membawa motor ke bengkel servis Yamaha, kami akan upayakan bisa tercover semua hingga Desember nanti,” ungkapnya Minggu (21/8).

Motor yang direcall merupakan produksi dari periode 6 Oktober 2014 sampai dengan 14 Mei 2016.  Dalam surat edaran dari Yamaha tersebut, menunjukkan masalah pertama yang dialami oleh motor sport Yamaha ini yakni mengalami masalah pada bagian pompa oli.

Masalah pada pompa oli ini disebabkan karena klep/ valve untuk mengatur tekanan pada Pompa oli memiliki desain yang tidak sesuai sehingga tidak dapat memberikan penyesuaian tekanan pada pompa oli pada saat mesin ber RPM ringgi. Hal ini menyebabkan Gear Hidrolik penekan yang terbuat dari resin dan bertugas untuk secara periodik memberikan gaya tekanan rusak.

Pada masalah Transmisi, ada masalah kekuatan bearing dari pelat penekan sehingga saat operasi kopling yang dilakukan berulang ulang dapat membuat bearing ini rusak dan membuat kopling tidak berfungsi dan tentu berbahaya untuk di gunakan untuk berkendara.

Ketiga pada rem depan,  ini dapat dideteksi dari sesuatu yang dapat memilin selang rem sehingga terjadi kontak antara selang cairan rem dan radiator. Akibat kontak ini, dapat membuat selang rem rusak yang akan berakibat tekanan pada sistem pengereman hidrolik berkurang. Hal ini tentu saja sangat berbahaya untuk keselamatan pengguna. Namun masalah pengereman ini hanya dialami oleh model MT Series saja.

 

 

Nissan Bali

Leave A Response


Partner Ship