Wednesday 08th December 2021,

Timbul Polemik, Ijin Foto Prewed di Tol Akan Dievaluasi

Timbul Polemik, Ijin Foto Prewed di Tol Akan Dievaluasi

Dari respon Netizen yang beragam tentang polemik foto Prewed yang terungkap sedang mengambil lokasi di tol Bali Mandara pada pekan lalu, pihak Jasa Marga Bali Tol angkat bicara.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol menyebutkan akan mengevaluasi ijin foto prewed di kawasan tol jika masyarakat sebagian besar keberatan. Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya selama ini hanya mengakomodasi keinginan masyarakat Bali yang ingin mengabadikan momentum penting hidup mereka dengan memanfaatkan keindahan jalan tol Bali Mandara.

Tidak hanya foto, beberapa iklan atau proses syuting seperti Film London Love Story tahun lalu juga telah dilakukan di areal tol Bali Mandara. Namun ia menegaskan hal itu memerlukan ijin yang prosedur yang ketat mulai dari aspek pemilihan lokasi, waktu jika sedang lalu lintas sepi, serta keamanan dan kenyaman pengguna tol lainnya.

“Jika setelah dievaluasi ternyata sebagian besar masyarakat keberatan, maka ya kami siap moratorium,” ujarnya, Kamis (23/3).

Humas PT Jasamarga Bali Tol Drajad Hari Suseno menambahkan pada prinsipnya ijin kegiatan foto prewed tersebut dimungkinkan dengan pengaturan yang ketat karena keselamatan pengguna tol tetap menjadi prioritas utama.

Misalnya, kata dia pada saat traffic sepi, di lokasi tertentu, dikawal dan diatur dengan prosedur dan manajemen traffic yang benar dan tidak mengganggu atau membahayakan pengguna jalan tol lain.

Kendati demikian jika masyarakat keberatan, menurutnya JBT akan mengevaluasi dan melakukan moratorium ijin foto prewed itu ketimbang mempertimbangkan sisi pendapatan dari ijin tersebut yang tidak signifikan dari sisi kontribusi pada perusahaan.

“Pada akhirnya manajemen yang memutuskan pemberlakukan moratorium itu sampai kapan, bisa juga langsung dicabut, nggak ada lagi yang hanya diijinkan hanya korporasi atau lembaga, atau tetap diijinkan tapi nanti di lokasi rest area yang akan dibangun,” jelasnya.

Mengenai persitiwa foto yang viral di medsos pada pekan lalu tersebut pihak Jasamarga Bali Tol mengkonfirmasi bahwa kegiatan prewed tersebut tidak berijin dan tidak melalui prosedur yang benar.

Pihak Polisi Jalan Raya (PJR) yang dikira dalam gambar terlihat mengawal terklarifikasi baru melakukan peringatan kepada mereka yang tengah melakukan foto prewed.

“Kami kira waktu itu resmi karena ada pengawalan petugas. Tetapi setelah kami cek administrasinya di bagian umum ternyata tidak ada ijin,” ujarnya meralat pernyataaan sebelumnya bahwa pihak Jasamarga telah mengantongi ijin foto prewed.

Sementara itu, diketahui untuk kompensasi ijin dari kegiatan foto prewed di areal jalan tol Bali Mandara standarnya dikenakan Rp15 juta dan syuting video Rp30 juta besarannya tergantung lokasi dan waktu yang diperlukan.

Nissan Bali

Leave A Response


Partner Ship